Pesan

Makasih udah liat Blog ini,Salam Fotografi

Rabu, 27 Juli 2011

About ISO

Hey guys,akhirnya bisa bantu dengan posting lg hahaha, kali ini pengen posting tentang ISO serta pemahamannya (dari buku gua) bagi para fotografer sekalian :) 

Memahami ISO

ISO, secara garis besar berarti ukuran sensitivitas sensor kamera digital terhadap cahaya. ISO adalah singkatan dari International Standart Organization, ISO digunakan sebagai standard pengukuran kepekaan sensor dalam fotografi. Sebelum ada ISO, dulu para fotografer menggunakan standard ASA (American Standard Association), kecuali di Eropa yang menggunakan standard DIN (Deutsches Institut für Normung) .ISO menjadi jembatan untuk menyatukan kedua standard tersebut. Kini di belahan manapun orang menggunakan ISO sebagai standardnya.

Di era digital seperti sekarang, seorang fotografer banyak sekali diberikan kemudahan karena dapat berganti-ganti ISO dalam satu pemotretan dengan mudah. Saat era kamera analog, fotografer harus menyiapkan beberapa film untuk mengantisipasi perbedaan kondisi cahaya. Film yang digunakan untuk outdoor jika digunakan untuk kondisi indoor (apalagi malam hari) akan kesulitan menangkap cahaya, akibatnya foto yang dihasilkan akan under exposure. Apabila dipaksakan pun akan terlihat grain yang cukup menonjol. Grain adalah semacam bintik-bintik yang ada didalam foto karena detail ak mampu tertangkap film/sensor

Berbeda dengan kondisi sekarang, kita tinggal mengganti settingan dalam tombol kamera kapan saja. Dalam kondisi cahaya banyak kita bisa memakai ISO rendah, ketika kita masuk dalam ruangan dengan cahaya minim, kita tinggal ganti settingannya saat itu juga ke ISO dengan kecepatan tinggi.

Dalam Fotografi digital, kamera biasanya dilengkapi dengan ISO 100,200,400,800, dan 1600, bahkan ada yang 3200. Ada beberapa kamera kelas atas yang dilengkapi dengan ISO 6400.
  • ISO 100 biasa disebut dengan ISO kecepatan rendah
  • ISO 200 - ISO 400 biasa disebut ISO kecepatan menengah,biasa digunakan untuk kondisi berawan atau di dalam ruangan
  • ISO 800 keatas, disebut ISO dengan kecepatan tinggi, biasa digunakan untuk pemotretan pada kondisi cahaya minim.

Standarnya dikenal dengan ISO 5800:1987 dari International Organization for Standardization (ISO) yang menetapkan skala linear dan skala logaritmik untuk mengukur kecepatan film. Skala linear ISO dikenal dengan ASA.

Sumber Skala: Wikipedia.org


Skala linear ISO
(ASA)
Skala log ISO
(DIN)
GOST
(Soviet pra-1987)
Contoh film
69°Kodachrome
810°
1011°
1212°11
1613°11
2014°16
2515°22Agfacolor lama, Kodachrome 25
3216°22Kodak Panatomic-X
4017°32Kodachrome 40 (film)
5018°45Fuji RVP (Velvia)
6419°45Kodachrome 64, Ektachrome-X
8020°65Ilford Commercial Ortho
10021°90Kodacolor Gold, Kodak T-Max (TMX)
12522°90Ilford FP4, Kodak Plus-X Pan
16023°130Fuji NPS, Kodak High-Speed Ektachrome
20024°180Fujicolor Superia 200
25025°180
32026°250Kodak Tri-X Pan Professional (TXP)
40027°350Kodak T-Max (TMY)
50028°350
64029°560Polaroid 600
80030°700Fuji NPZ
100031°700Ilford Delta 3200
125032°
160033°1400–1440Fujicolor 1600
200034°
250035°
320036°2800–2880Konica 3200
400037°
500038°
6400
39°

Selasa, 26 Juli 2011

About Exposure

Oke guys akhirnya gua ngepost lg aja.Kali ini gua bakal post tentang Exposure. Sebenernya Exposure adalah salah satu hal yang (sangat) penting bagi hasil foto yang akan dijepret.Berikut pembahasannya di mari haha~

Exposure


Mengenal lebih jauh tentang exposure dalam fotografi dan teknik kamera

Exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.
Untuk membantu fotografer mendapat setting paling tepat untuk Exposure, digunakan lightmeter. Lightmeter, yang biasanya sudah ada di dalam kamera, akan mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sehingga didapat Exposure normal.

Hal-hal yang mempengaruhi Exposure

Exposure dipengaruhi oleh tujuh hal, yaitu:
  1. Jenis dan intensitas sumber cahaya
  2. Respon benda terhadap cahaya
  3. Jarak kamera dengan benda
  4. Shutter speed.
  5. Bukaan.
  6. Ukuran ISO/ASA film yang digunakan.
  7. Penggunaan filter tertentu.

Pengaruh tingkat Exposure

Tingkat Exposure akan mempengaruhi tingkat keterangan foto secara keseluruhan.
Selain itu, respon tiap benda di dalam satu karya fotografi akan berbeda, sehingga dengan pengolahan yang tepat fotografer bisa mengatur emphasis yang dihasilkan.

Exposure tidak normal

Ada dua jenis Exposure tidak normal yang sering ditemui di dalam karya fotografi, yaitu over eksposure dan under exposure.
Overexposure adalah keadaan foto yang dipajan lebih lama dari yang diinstruksikanlightmeter atau subjek yang ditangkap lebih terang dari sebenarnya. Sementaraunder exposure adalah keadaan sebaliknya.
Tidak ada ukuran benar atau salah untuk penentuan Exposure. Seluruhnya tergantung tingkat emphasis dan hasil foto yang diinginkan fotografer.

Nilai Exposure

Seperti kita ketahui bahwa cahaya luar akan diteruskan oleh lensa menuju ke atas focal plane. Dalam perjalanannya, cahaya tersebut melewati rintangan-rintangan optik sepanjang jajaran lensa dan sebagian darinya akan diredam (karena tidak mempunyai amplitudo/intensitas yang cukup siknifikan), atau terpantul oleh permukaan tiap-tiap jajaran lensa hingga mempengaruhi akurasi warna pada hasil foto akhir, menimbulkan efek flare atau ghosting artifact/motion blur; sebagai akibat dari sifat lensa yang meneruskan, membiaskan, meredam, memantulkan cahaya.
Ini berarti bahwa, walaupun lensa-lensa komersial telah ditera berdasarkan standar CCI (Colour Contribution Index) yang ditetapkan oleh IOS (International Organization for Standardization), penggunaan bahan gelas/kaca yang berbeda untuk tiap-tiap lensa beserta jenis coating yang dipakai akan berpengaruh pada lebar spektrum dan intensitas cahaya yang sampai ke permukaan focal plane.
Pada sekitar tahun 1950, konsep mengenai en:exposure value dikembangkan di Jerman untuk menyederhanakan pengukuran cahaya yang jatuh ke atas focal plane dengan menghilangkan parameter lensa untuk mendefinisikan nilai Exposure yang absolut menjadi relatif.
Nilai Exposure absolut menurut standar fotometri didefinisikan sebagai daya pendar (, bukan intensitas) cahaya yang terjadi di atas focal plane pada rentang waktu tertentu, dirumus: [1]
H + Et
di mana:
  • H adalah nilai Exposure/luminous exposure (lux detik)
  • E adalah tingkat iluminasi pada focal plane (lux)
  • t adalah rentang waktu iluminasi (detik)
Nilai Exposure relatif yang lebih sering dipakai dalam fotografi didefinisikan dari parameter kamera yang berpengaruh terhadap tingkat iluminasi pada focal plane, yaitu en:aperture dan en:shutter speed. Rumus yang digunakan adalah:
EV = log2 N2 / t'
di mana:
  • EV adalah nilai Exposure (stop)
  • N adalah nilai aperture (f-number)
  • t adalah nilai shutter speed/rentang waktu iluminasi (detik)
Nilai Exposure serupa menurut proposal standar sistem APEX (Additive system of Photographic Exposure) dari ASA (American Standards Association) adalah penyederhanaan formulasi logaritmik di atas menjadi aritmatik:
Ev= Av + Tv
di mana: Av (nilai aperture) and Tv (nilai rentang waktu iluminasi) didefinisikan:
Av = log2 A2
dan
Tv = log2 (1/T)
dengan
  • A adalah nilai aperture (f-number)
  • T adalah rentang waktu iluminasi/shutter speed (detik)
  • Ev adalah nilai Exposure (stop)
  • Av adalah nilai f-stop (stop)
  • Tv adalah nilai shutter-stop (stop)

Nilai Exposure yang menunjukkan tingkat iluminasi, baik absolut maupun relatif, tidak mewakili tingkat visibilitas pada akhir foto, sehingga pada kamera biasanya dilengkapi dengan exposure meter indicator yang berfungsi sebagai panduan untuk menentukan mid-tone pada setiap ISO setting dari tiap-tiap area metering, misalnya: spot, matriks, dll.

Exposure bracketing

[Image]

Shutter Speed cepat, Exposure pendek
[Image]

Shutter Speed lambat,Exposure panjang

Definisi f-stop sesuai rumus di atas adalah nilai logaritmik dari f-number namun sering kita jumpai penyebutan f-stop dengan penggunaan nilai f-number, yang lebih populer daripada penyebutan shutter stop dengan penggunaan nilai shutter speed. Penyebutan f-stop tersebut dimaksudkan untuk teknik exposure bracketing dengan f-number yang disebutkan dan nilai shutter divariasi pada area mid-tone untuk menghasilkan nilai Exposure relatif misalnya -4ev, -2ev, 0ev, +2ev, +4ev. Penggunaan bracketing semacam ini populer pada fotografi HDR untuk menghindari ghosting artifact akibat perbedaan DOF (depth of field) dari beberapa nilai f-number.
Exposure bracketing juga dapat dilakukan dengan menaikkan shutter 1 stop dan menurunkan f-number 1 stop untuk mendapatkan nilai Exposure yang sama. Hasil foto untuk bracketing semacam ini dapat menimbulkan motion blur akibat perbedaan penggunaan shutter speed, seperti tampak pada gambar di samping.

Exposure sebagai tingkat Visibilitas

Tingkat iluminasi yang terjadi di atas focal plane, walaupun bernilai sama, dapat menghasilkan foto dengan efek pencahayaan yang berbeda-beda menurut ISO rating yang digunakan. Dalam bahasa Inggris, pajanan semacam ini tidak disebut sebagai exposure, melainkan sebagai imposure atau dynamic range atau light value atau brightness value atau level of exposure. Keadaan tingkat visibilitas rendah disebut under-imposed, yang dapat terjadi karena over-exposed atau under-exposed

Jenis Lensa

Ngepost lg akhirnya,mau bantu kawan-kawan nih yang dapet tugas suruh jelasin apa aja jenis-jenis lensa kamera,sekalian buat yg mau tau dan belajar,ini diaaaa~


Kamera (khususnya DSLR) gak cuman punya satu kamera,terdapat banyak jenis lensa untuk mempermudah si fotografer untuk mengambil gambar.berikut ini jenis - jenis lensa


Lensa Cepat (Fast-Lens)


Lensa Cepat adalah Lensa dengan nilai tingkap tunggal yang merupakan nilai maksimumnya. Dengan tingkap tunggal.


Kenapa disebut "Lensa Cepat" ? Karena Lensa ini mempunyai bukaan diafragma yang besar,dibandingkan lensa lain yg memiliki bukaan diafragma kecil (contoh : bukaan diafragma pertama f/3.5). Lensa yang memiliki bukaan diafragma pertama f/1.8 , f/1.4 , f/1.2 sudah tergolong cepat,dan bahkan ada yg memiliki bukaan pertama sebesar f/0.95 , f/0,7 (Tergolong dalam Lensa - Lensa Tercepat). Kenapa disebut "Cepat" ? Karena jika apertur/bukaan diafragma yang digunakan lebih besar (dalam mengukur diafragma,angka semakin mengecil berarti bukaan diafragma makin membesar) , kecepatan shutter yg digunakan bisa lebih cepat,yang akhirnya "sangat" berguna terutama pada pencahayaan rendah,karena jika shutter speed dipercepat,gambar cenderung kurang cahaya.


Lensa Lambat


Digunakan untuk mengimbangi setting kecepataan bukaan rana sangat rendah di badan kamera.Lensa lambat berarti Lensa dengan Maksimum Aperture/bukaan diafragma yang kecil (contoh:bukaan pertama dari f/8)


Lensa Macro


"Macro" yg artinya dekat.Lensa macro adalah lensa yang di buat khusus untuk mengambil gambar dari jarak yg sangat dekat,sehingga mampu menangkap detail - detail pada suatu objek. Lensa macro memiliki suatu Rasio,ada yg 1:1 ,ada yg 2:1 ,ada juga yg 1:2 (yg dimaksut 1:1 adalah berukuran sama dengan aslinya,yg dibanding 2:1 adalah berukuran 2 kali lebih besar daripada aslinya,yg dimaksut 1:2 adalah berukuran 2 kali lebih kecil dari pada aslinya) .Lensa ini biasa dipakai untuk mengambil gambar serangga,sains,serat-serat bunga,dan product iklan dari jarak dekat
Contoh Lensa Macro
Lensa Fokus Tunggal (Fixed focus l
Adalah lensa dengan bidang fokus tunggal, biasanya disetel pada Jarak Hiperfokal. Lensa fokus tunggal didesain untuk mencapai jarak fokal yang maksimum sehingga kedalaman ruang dapat mencapai rentang dari jarak dekat hingga jarak terjauh (jarak hiperfokal).


Lensa Parfokal


Adalah sebuah lensa yang mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan panjang fokus lensa.


Lensa Fokus Halus 


Adalah sebuah efek pada fotografi yang disebabkan oleh blur akibat aberasi speris kanta. Sebuah lensa fokus halus didesain untuk menimbulkan efek blur tersebut namun tetap menjaga ketajaman setiap garis dari subyeknya. Efek soft focus yang ditimbulkan oleh lensa ini tidak sama dengan efek out of focus yang disebabkan posisi subyek di luar bidang fokus.


Lensa Sudut Lebar (Wide-Angle Lens)

Adalah lensa dengan panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital.
Menurut standar fotografi, lensa normal adalah lensa yang mempunyai panjang fokus mendekati panjang diagonal bidang fokal. Lensa sudut lebar dengan panjang fokus yang lebih pendek akan memproyeksikan lingkaran citra yang lebih besar ke bidang fokal.

jarak fokus yang lebih pendek dan sudut pandang yang lebih lebar daripada lensa standar membuat lensa ini banyak digunakan oleh fotografer landscape dan jurnalis. Sebagian besar DSLR memerlukan jarak fokus yang lebih pendek untuk mendapatkan area pandang yang ekuivalen jika tidak memiliki sensor full frame


Lensa Telefoto


adalah lensa dengan konstruksi panjang yang lebih pendek daripada panjang fokusnya sehingga mengakibatkan pusat optis berada di luar badan lensa. Sebuah lensa tele dapat dikenali dengan adanya susunan kanta yang disebut telephoto group yang didesain untuk jarak fokus yang jauh. Telephoto group adalah kanta komposit yang ditemukan oleh Peter Barlow.


Semua lensa yg berjarak fokus lebih dari 50mm dikatakan sebagai lensa telefoto.Lensa telefoto pendek (antara 70mm sampai 120mm) dan Lensa Telefoto panjang (antara 135mm sampai 300mm atau lebih)


Lensa Mata Ikan (Fish-eye)


Adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisperis yang sangat lebar. Lensa mata ikan pertama kali didesain dan dikembangkan guna kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali disebut "whole-sky lenses", lensa mata ikan menjadi populer pada fotografi umum karena distorsi citranya yang khas.


Lensa ini tergolong sebagai jenis lensa wide-angle yang menimbulkan efek cembung pada objek.Objek akan terdistorsi dan terlihat membulat.Ada dua jenis lensa fisheye,yaitu circular dan diagonal.Circular akan menghasilkan foto berefek cembung dalam frame berbentuk lingkaran,dikelilingi area hitam. Jenis Diagonal adalah foto berefek cembung yang tampil penuh dalam foto
Contoh Lensa fish-eye




Lensa Variable


Adalah lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokuskarena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan panjang fokus.

Panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya. Ukuran lensa variabel sering ditentukan dengan rasio dari panjang fokus lensa yang terpanjang dan terpendek, misalnya sebuah lensa dengan panjang fokus 100mm ke 400mm, dijelaskan sebagai 4:1 atau "4x" zoom.


Dengan teknologi pengembangan lensa yang modern, degradasi mutu citra yang dihasilkan oleh lensa variabel, dibandingkan dengan lensa prima, sangatlah minim. Hal ini berbeda dengan sekitar 20 tahun yang lalu, ketika dengan pertimbangan untuk mempertahankan mutu citra, banyak fotografer profesional saat itu memilih untuk bekerja dengan tidak mengandalkan lensa variabel. Walaupun demikian, masih dikatakan bahwa hingga tahun 2009, belum ada lensa variabel dengan ukuran di atas 3x yang dapat menandingi lensa prima dalam hal mutu citra. Tentu hal ini bergantung juga pada kepiawaian seorang fotografer dalam mengatur cahaya, mempertahankan stabilitas kamera dari goncangan selama waktu pajanan dan olah digital.

Lensa Superzoom (Lensa Sapu Jagat)

Adalah lensa fotografi dengan faktor panjang fokus yang sangat besar, lebih besar dari 4x.Faktor panjang fokus dapat berkisar hingga 15x zoom pada kamera refleks lensa tunggal dan 26x pada kamera digital, hingga 100x pada kamera televisi profesional

Lensa Tetap (Prime Lens)

Adalah lensa dengan panjang fokus tunggal. Lensa tetap sering dikatakan mempunyai nilai lebih pada ketajaman hasil citra. Dengan ukuran yang lebih kecil, lensa tetap mempunyai bobot yang lebih ringan dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan lensa zoom pada mutu yang sama. Lensa prima juga mempunyai kelebihan pada kecepatan lensa dan dengan diameter tingkap yang besar (nilai bukaan yang kecil), sebuah lensa tetap menjadi lebih handal untuk digunakan pada pemotretan low light photography dan menimbulkan efek blur dengan kedalaman ruang yang rendah. 

Dalam bahasa Inggris, istilah prime dalam konteks lensa telah digunakan sebagai lawan kata zoom. Sebuah lensa prima dengan panjang fokus tunggal dan lensa zoom dengan panjang fokus variabel.

Lensa "Ambiguitas"

Istilah prime lens pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa. Ketika sebuah lensa digunakan bersamaan dengan misalnya teleconverter, lensa tersebut sering disebut prime lens yang berarti lensa yang utama, dan teleconverter sebagai komponen tambahan (en:auxiliary).

Beberapa pabrikan lensa seperti ARRI Media, ISCO Precision Optics, Schneider Kreuznach, Carl Zeiss, Canon masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga dapat menimbulkan kesan seakan-akan produk tersebut berupa lensa parfokal.


Lensa Tilt-and-Shift

Cara pakai lensa ini sedikit berbeda dengan lensa lainnya.Lensa Tilt-and_shift biasa digunakan untuk pemotretan landscape dan arsitektur. Dengan lensa jenis ini,kita dapat mengontrol perspektif secara manual dan fleksibel.
Lensa dengan kemampuan tilt-and-shift dapat mengoreksi perspektif secara manual dimana pengelolaan perspektif dilakukan melalui lensa ,bukan sistem kamera atau software olah digital.Lensa ini biasanya memiliki pengatur di badannya

Fungsi "Shift: dari lensa di gunakan untuk mengontrol perspektif sedangkan fungsi "Tilt" dipakai untuk mengontrol ruang ketajaman.

Hampir semua vendor mengeluarkan lensa jenis ini,namun harganya mahal

Contoh Lensa Tilt-and-Shift

Lensa Baby

Adalah lensa yang dikeluarkan oleh produsen bernama LensBaby Studio di mana pengguna lensa dapat mengatur titik fokus dari objek yang dibidik secara manual.Caranya dengan mengelola lensa yang dapat dikontrol secara Fleksibel

Contoh Lensa Baby
Lensa Standart (Normal)

Dalam fotografi dan sinematografi, lensa normal adalah sebuah lensa yang memetakan citra yang nampak seperti perspektif pandang normal mata manusia. Pemetaan perspektif tersebut didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Lensa_fotografi (Dengan Penambahan Kata yang Kurang lengkap)

Minggu, 24 Juli 2011

Modelling Outdoor (23/07/11 by Davidmics Photograph)

Mau share dikit guys hasil photosession kemaren :)
 Camera : Nikon D3100

Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/16
Speed : 1/25

 Camera : Nikon D3100

Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/16
Speed : 1/25

 Camera : Nikon D3100

Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/14
Speed : 1/25

 Camera : Nikon D3100

Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/14
Speed : 1/25

 Camera : Nikon D3100

Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/14
Speed : 1/25

Camera : Nikon D3100
Lens : 18-55mm VR
ISO : 400
Aperture : f/14
Speed : 1/25

Jumat, 22 Juli 2011

Camera Pocket Vs Camera Prosumer Vs Camera DSLR

Haduuuh akhirnya nge-post lg hahaha,mau nyoba bantu buat kalian yg masih bingung (harus) beli kamera macem apa,biar lebih bijak,saya pengen coba bantu nge-post di blog ini,semoga bermanfaat :D

Masih banyak sekarang yg bingung harus beli kamera apa,kan sekarang banyak jenis kamera,ada Kamera Pocket,Kamera Prosumer,ada juga Kamera D-SLR.Banyak orang lebih cenderung beli Kamera Pocket karena lebih gampang digunakan,tinggal jepret aja,terus juga bodi nya yg bisa masuk kantong haha,jadi gak repot dibawa kemana-mana.Tapi banyak juga yang beli Kamera D-SLR dan Kamera Prosumer."Jadi harus beli yg mana?"

Sebenernya pembelian setiap kamera itu tergantung kebutuhan,tapi biar lebih jelas (dan lebih bijak),ada bagusnya kita cari tahu dulu apa kelebihan dan kekurangan masing-masing dari ke tiga jenis kamera ini,dimulai dari Bodi,Fitur,Sensor,Lensa,dan Fungsionalitas.

Kamera Pocket

Bodi 


Bentuknya yang simple,biasanya berbentuk tipis dan mungil,mudah dibawa-bawa,bisa dimasukan ke kantong saking mungilnya,tersedia dalam berbagai warna.Itulah yg mungkin memikat orang dengan design yg praktis dan fleksibel.Kamera Pocket (tentunya) adalah kamera yg paling banyak diminati ketimbang jenis kamera lainnya

Fitur

Penggunaannya sangat mudah. Dengan sistem yg sudah di otomasi, si Pengguna hanya perlu untuk melihat area bidikan dan tekan tombol shutter. Kemudahan ini tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa banyak di antara kita lebih memilih kamera pocket dari pada tipe lainnya. Sayangnya, fitur-fitur di dalamnya seringkali tidak mangijinkan kita untuk men-setting manual, dan ini adalah salah satu kelemahan kamera Pocket.
Namun terkadang software yagg di sediakan pada kamera Pocket ada kalanya sudah menyamai dan melebihi dengan DSLR. Contohnya kemampuan untuk mengurangi getaran (Vibration Reduction) agar hasil foto tidak blur, kemampuan untuk mendeteksi area focus yang diinginkan, adanya fasilitas Live View (objek dapat terlihat pada LCD) dan kemapuan rekam video. Sebenarnya fasilitas Live View dan kemampuan rekam video ini sudah ada pada beberapa tipe DSLR, namun harganya akan membuat anda memikirkannya lagi untuk membeli sebuah DSLR.

Contoh Camera Pocket
Sensor
Sensor pada kamera digital berfungsi sebagai penangkap gambar. Pada kamera Pocket tentu saja sensor image tidak sebesar pada kamera jenis Prosumer dan DSLR. Dan memang di desain sedemikian rupa, karena memang kebutuhan untuk kamera pocket tidak memerlukan sensor berukuran besar. Namun akibatnya, area hasil bidikan akan terpotong. Berbeda denga DSLR yg mempunya sensor lebih besar sehingga cakupan area hasil bidikannya lebih besar.

Lensa
Sekarang berbicara mengenai lensa. Lensa yg di sediakan pada kamera Pocket biasanya cukup wide. Zoom optical juga cukup mumpuni untuk sebuah kamera Pocket. Namun tentu saja lensa ini tidak dapat di ganti layaknya DSLR. Dan menurut saya kamera Pocket memang tidak membutuhkan lensa yg dapat diganti, karena pemasaran kamera Pocket sebagian besar memang di tujukan bagi konsumen yang awam dalam dunia fotografi. Konsumen yang tidak membutuhkan kreatifitas untuk membuat seni fotografi
Fungsionalitas

Jika di tilik dari kemampuan dan kemudahan yang di tawarkan oleh sebuah kamera Pocket, user yang dituju adalah user yang hanya menginginkan kemudahan dalam penggunaan kamera. Sangat cocok di gunakan untuk dokumentasi acara-acara kantor atau keluarga. Cukup dapat di andalkan sebagai alat untuk mengabadikan momen-momen yang sifatnya tidak memerlukan kreatifitas seni fotografi yang terlalu tinggi. Walaupun sebenarnya sah-sah saja di gunakan untuk pembelajaran fotografi. Tinggal tekan satu tombol saja, jepret..!
Jadi, silakan anda membeli kamera Pocket jika hanya digunakan untuk dokumentasi saja. Namun perlu di perhatikan juga, harga baru kamera pocket terkadang hampir menyamai harga bekas atau DSLR (Semipro), sebaiknya anda browsing terlebih dahulu tentang harga dan fiur yang di sediakan.
Contoh Camera Prosumer


2. Prosumer


Bodi
Bentuknya menyerupai DSLR, lumayan bongsor. Agak sulit di bedakan secara kamera mata. Di buat menyerupai DSLR karena memang tujuannya sebagai alternatif bagi para konsumen yang ingin membeli DSLR tetapi kemampuan dompet tidak mengijinkan (ehehehe). Bodi yang ergonomi di sesuaikan dengan tangan user saat megang kamera. Dan bodinya disesuakan dengan lensa yang yang mempunyai ukuran dimensi dan berat yang lebih besar dari yang dimiliki kamera Pocket. Secara umum lensa pada Prosumer seukuran denga lensa-lensa yang disediakan pada kamera DSLR.
Fitur
Menyerupai DSLR. Setingan programnnya bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter Speed bisa kita atur secara manual. Sehingga kreatifitas kita tidak di batasi oleh system yang otomatis. Dan yang lebih menggiurkan, hampir semua Prosumer memiliki kemampuan rekam video dan fasilitas Live View. Sebuah fasilitas yang harus di bayar mahal pada sebuah kamera DSLR. Dan mungkin pada sebagian Prosumer, objek yang kita lihat melalui jendela bidik/ViewFinder tidak langsung dari lensa (bukan TTL), melainkan melalui sensor kamera, sehingga yg kita lihat di View Finder adalah LCD mungil yang menampilkan objek.
Sensor
Sensor yang digunakan kamera Prosumer biasanya lebih besar dari kamera Pocket dan lebih kecil dari kamera DSLR. Ini adalah salah satu perbedaan mendasar antara kamera Prosumer dan DSLR. Dan ini akan berhubungan erat dengan kemampuan sensor untuk menagkap bokeh (blur) dan adanya Crop Factor (pemotongan gambar karena perbedaan ukuran sensor) yang dihasilkan oleh kamera Prosumer.
Lensa
Tidak bisa digonta-ganti layaknya DSLR. Memang inilah perbedaan yg paling utama antara Prosumer dan DSLR. Tapi, FL (Focal Length/panjang pembesaran) pada lensa prosumer biasanya adalah lensa jenis sapu jagad, dengan aperture/diafragma/bukaan yang besar. Benar-benar menggiurkan untuk sebuah lensa. Belum lagi jika merek dari lensanya adalah Carl Zeiss atau merek2 terkenal lainnya. Seringkali oramg-orang bilang, beli lensa bonus kamera. Kenapa bisa begitu? Coba saja anda cari lensa sekitaran 18-300/2.8, pasti mahal, belum lagi merk lensanya Carl Zeiss, fantastis bukan?.
Lensa kamera prosumer memang tidak dapaty digonta-ganti, tetapi kemampuan teknis dan merk lensa kamera Prosumer cukup membuat kita tergoda untuk membelinya. Lagipula harga kamera prosumer setara denga kamera DSLR.
Fungsionalitas
Prosumer ditujukan bagi konsumen yang ingin memperdalam dunia fotografi dengan menawarkan fitur yang menyamai kamera DSLR, serta mencangkokkan lensa yg mumpuni. Lebih ringkas dari DSLR, tidak perlu membawa berbagai peralatan perang yang lengkap, cukup kamera saja, tidak perlu bawa2 lensa (karena memang tidak dapat di ganti). Harap anda ingat, pada kamera Prosumer, sensornya lebih kecil dari DSLR dan lensa tidak dapat di gonta-ganti sesuai kehendak kita.
Contoh Camera DSLR


3. DSLR

Bodi

Bodi bongsor, sesuai dengan nilai-nilai ergonomi untuk digenggam, secara umum hampir sama dengan Prosumer. Yang pasti tidak bisa dimasukkan ke dalam saku anda.Mempunya handgrip yang nyaman untuk di genggam, apalagi jika memakai lensa-lensa yang berat, sangat berguna.
Fitur
Sudah barang tentu semua setingan bisa kita atur secara manual. Aperture, ISO dan Shutter speed bisa kita atur semau kita. Semua DSLR dapat dipastikan mempunya kemampuan ini. Setingan-setingan pada DSLR inilah membuat kita bias mengontrol setingan kamera untuk menghasilkan foto-foto yang sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing(selain lensa tentunya).
Perbedaan fitur yang sering di bicarakan saat ini antara DSLR satu dan lainnya adalah fitur Live View dan kemampuan rekam Video. Kemampuan ini mempunyai mekanisme yang berbeda dari kamera Pocket dan Prosumer, sehingga munculnya fasilitas ini pada DSLR akan mendongkrak harga DSLR. Banyak yang berpikiran agar uangnya dipakai/diinveskan unuk membeli lensa saja dari pada membeli DSLR yang canggih-canggih, cukup DSLR biasa saja.
SensorDSLR mempunyai sensor yang lebih besar dibandingkan kamera Pocket ataupun Prosumer, area objek menjadi lebih lebar/wide. Ukuran sensor berbanding lurus dengan biaya produksi, maka tidak heran jika pada uumya jenis kamera DSLR harganya lebih mahal dari Prosumer dan kamera Pocket. Teknologi sensor pada DSLR biasanya low noise. Dengan demikian gambar yang di produksi relatif bersih dari titik pixel yang menghasilkan anomaly warna.
Lensa
Berbicara mengenai DSLR, tentunya tak bias dilepaskan dari kebutuhan akan lensa. Karena kelebihan DSLR adalah, salah satunya, bisa mengganti lensa dengan berbagai tipe yang anda inginkan. Banyak dari para penghobi fotografi mengkoleksi berbagai jenis lensa, entah itu akan digunakan atau tidak, karena berbagai tipe lensa tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda. Disini, selain setingan pada kamera, anda juga bisa bermain-main dengan kreatifitas anda menghasilkan gambar-gambar yang anda inginkan.
Jika anda tidak berhati-hati, anda bisa ketagihan untuk membeli lensa ini dan itu.
Fungsionalitas
Sangat cocok digunakan untuk konsumen/user yang ingin memperdalam dunia fotografi. Tentunya anda harus mempelajari teknik-tekniknya. DSLR hanyalah sebuah alat, namun kreatifitas ada pada diri anda sendiri. Membeli DSLR bukan berarti hasil foto yang akan dihasilkan bagus juga, anda tetap harus mengetahui teknik-tekniknya. Dan beruntungnya, anda sudah hidup dalam dunia digital, jauh lebih mudah daripada harus belajar menggunakan kamera SLR (film). Lagipula saat ini sudah tersedia banyak artikel di internet, memudahkan anda untuk mengetahui tentang seluk beluk dan teknik pada fotografi.
Untuk anda ketahui, DSLR adalah kamera ribet, banyak aksesoris yang akan anda perlukan nantinya.

Kesimpulan
Dari ketiga jenis kamera tersebut, pilihan yang terbaik adalah jika dilihat dari tujuan anda membeli kamera. Kesimpulan yang bisa saya buat:
  1. Kamera Pocket : berfungsi untuk dokumentasi  kantor dan piknik keluarga.
  2. Kamera Prosumer : berfungsi untuk mempelajari fotografi, menginginkan kamera yang tidak perlu gonta ganti lensa.
  3. Kamera DSLR : berfungsi untuk  memperdalam fotografi, hobi fotografi, ribet, dokumentasi juga sah-sah saja.

Semoga bermanfaat ya guys,biar gak salah pilih menurut kebutuhan masing-masing :)))